BeritaKegiatan

Komunitas NU Book TN dan Maqshaduna PPI Tunisia Gelar Webinar Internasional dan Undang Pakar Tunisia Indonesia Bahas Maqashid Syariah Sebagai Solusi Permasalahan Global

Tunis – Dunia modern tengah menghadapi paradoks besar. Di satu sisi, kemajuan teknologi berkembang begitu pesat, namun di sisi lain manusia justru dihadapkan pada krisis yang semakin kompleks. Seperti Ketimpangan ekonomi, kerusakan lingkungan, krisis moral, hingga pudarnya nilai-nilai kemanusiaan menjadi fenomena yang sulit dihindari. Pertanyaan mendasarnya pun muncul, ke mana arah peradaban manusia akan dibawa?

Kegelisahan inilah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Webinar Internasional Ilmiah bertajuk “Dunia Kita antara Masa Kini dan Masa Depan: Maqashid Syariah sebagai Strategi Merumuskan Solusi dan Menghadapi Krisis-Krisis Modern” yang diselenggarakan oleh NU Book TN bersama Maqshaduna. 

NU Book Tn merupakan komunitas yang digagas oleh para mahasiswa dan diaspora Nahdlatul Ulama di Tunisia. Komunitas ini bergerak pada bidang literasi, pengembangan budaya membaca, kegiatan diskusi, dan sebagai motor penggerak yang menjembatani mahasiswa Indonesia di Tunisia dalam mengembangkan intelektualisme mereka di tanah Ifriqi. Melalui kegiatan seperti seminar, webinar, diskusi ilmiah, hingga publikasi tulisan, Nu Book Tn berkomitmen dan berupaya dalam memberikan ruang belajar yang berorientasi pada kemaslahatan umat

Sementara Komunitas Maqshaduna (Markaz Maqashid Zaytuna ) sebagai komunitas yang dibawah naungan PPI Tunisia merupakan komunitas yang lahir untuk memperkenal ajaran Maqashid Syariah, yang tidak hanya berfokus pada hukum Islam, namun juga kajian-kajiannya relevan dengan isu kontemporer, seperti: ekonomi, ekologi, sosial dan lain sebagainya. 

Kolaborasi kedua komunitas ini dalam penyelenggaraan Webinar Internasional ini, sebagai wujud komitmen dalam mengemukakan gagasan Maqashid Syariah yang tidak hanya terpaku pada acuan hukum syariat saja, namun juga diupayakan bisa memberikan solusi akan permasalahan yang dialami dunia saat ini.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13/7/2026, dengan mempertemukan dua akademisi terkemuka dari Tunisia dan Indonesia untuk mendiskusikan relevansi Maqashid Syariah dalam menjawab tantangan global abad ke-21. Diskusi dimulai pada pukul 19.30 WIB, yang dibuka oleh M. Farhan Quratta Yasir, Lc. (sebagai pemandu acara), dan Muhammad Tegar Syaikhuddin, MA. (Sebagai moderator)

Webinar ini menghadirkan Prof. Dr. Hichem Grissa (Pakar Maqashid Syariah dan mantan Rektor Universitas Ez-Zitouna Tunisia), serta Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim, M.Ag., (Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). keduanya sepakat bahwa akar dari berbagai krisis modern bukan sekadar persoalan ekonomi, politik, atau teknologi, melainkan krisis cara pandang manusia terhadap kehidupan itu sendiri.

 Dalam paparannya, Prof. Hichem Grissa menekankan bahwa Maqashid Syariah memiliki karakter yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama syariat adalah menjaga kemaslahatan manusia, sehingga pendekatan maqashidi harus terus dikembangkan untuk menjawab persoalan-persoalan baru yang tidak pernah dibayangkan oleh generasi sebelumnya.

Menurutnya, rahasia terbesar di balik Maqāṣid Syariah terletak pada kemampuannya mengungkap hikmah ilahi yang tersembunyi di balik setiap ketentuan hukum Islam. Syariat tidak hadir sekadar sebagai kumpulan perintah dan larangan, melainkan sebagai sistem yang bertujuan menjaga martabat manusia, mewujudkan keadilan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan. 

Karena itu, memahami maqashid berarti berusaha menyingkap ruh di balik teks, menemukan tujuan di balik hukum, dan melihat bagaimana setiap ketentuan syariat sesungguhnya diarahkan untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. 

Baca Juga: 

“Rahasia Maqāṣid Syariah bukan terletak pada teks hukumnya semata, tetapi pada hikmah yang melandasinya. Ketika seseorang memahami tujuan syariat, ia tidak hanya melihat apa yang diperintahkan dan dilarang, tetapi juga mengerti mengapa Allah menetapkannya demi kemaslahatan manusia dan keteraturan kehidupan.” Ujar Prof. Hichem Grissa saat memaparkan pembahasan mengenai maqashid syariah.

Sementara itu, Menurut Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim, M.Ag., Maqashid Syariah harus dipahami sebagai ruh yang menghidupkan ijtihad dan mengarahkan hukum Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

Dalam pandangannya, krisis yang dihadapi dunia modern tidak hanya bersumber dari persoalan ekonomi, politik, atau teknologi, melainkan juga dari cara berpikir yang terjebak dalam kejumudan dan kehilangan orientasi kemaslahatan. Oleh karena itu, Maqashid Syariah hadir sebagai pendekatan kritis yang mampu membebaskan pemahaman keagamaan dari sikap taklid yang kaku, sekaligus membuka ruang pembaruan pemikiran Islam yang lebih responsif terhadap tantangan kontemporer.

“Ketika hukum kehilangan tujuannya, ia berubah menjadi beban. Maqashid Syariah hadir untuk mengembalikan hukum kepada ruhnya: menghadirkan kemaslahatan, mencegah kerusakan, dan menjaga martabat manusia.” Tegas Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim, M.Ag.

Diskusi semakin menarik ketika para narasumber mengaitkan Maqashid Syariah dengan berbagai isu kontemporer, mulai dari krisis lingkungan, kecerdasan buatan, ketimpangan ekonomi global, hingga tantangan etika di era digital. Dalam perspektif ini, Maqashid Syariah dipandang bukan sebagai konsep yang terbatas pada ruang keagamaan, tetapi sebagai paradigma universal yang menawarkan arah bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Webinar ini menjadi ruang refleksi bahwa solusi atas berbagai persoalan dunia tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi atau kebijakan ekonomi semata. Diperlukan paradigma baru yang menempatkan manusia, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Di sinilah Maqashid Syariah hadir sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan, antara wahyu dan realitas, serta antara kemajuan dan kemaslahatan.

Kesuksesan penyelenggaraan acara ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya melalui kolaborasi bersama media partner yang berperan penting dalam memperluas jangkauan informasi dan publikasi kegiatan. Oleh karena itu panitia mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran media partner baik media cetak, atau online yang telah menjadi bagian strategis dalam menyampaikan pesan, nilai, serta tujuan acara kepada masyarakat luas melalui berbagai kanal komunikasi. 

Melalui kegiatan ini, NU Book TN dan Maqshaduna mengajak masyarakat untuk melihat kembali arah perjalanan peradaban manusia. Sebab, pertanyaan terbesar yang harus dijawab bukan lagi seberapa cepat dunia bergerak maju, melainkan apakah kemajuan itu benar-benar membawa manusia menuju kehidupan yang lebih bermakna dan berkeadaban. Di tengah dunia yang terus berubah, Maqashid ;Syariah menawarkan harapan bahwa masa depan masih dapat dibangun di atas fondasi kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan

Penulis: Muttaqin Hidayahtullah (Mahasiswa Universite de Tunis El-Manar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button