PCI NU Tunisia Rayakan Harlah Nu ke-100 Tahun Masehi, Sebagai Refleksi Perjalanan Mengabdi Kepada Negeri
PCINU Tunisia – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) telah berhasil mengadakan Acara Harlah NU ke-100 Tahun Masehi. Acara ini telah berlangsung pada tanggal 3 Februari 2026, di Sekretariat PCI NU Tunisia, di kota Tunis.
Turut hadir pula Majelis Mustasyar PCI NU Tunisia, yang juga menjadi pemateri dalam Kajian Qonun Asasi (H. Ardi Pramana, Lc., MA), Ketua Syuriah PCI Nu Tunisia (Idris Ahmad Rifai, MA), Ketua PCI NU Tunisia (Muhammad Yusril Muna, MA), dan seluruh Pengurus, juga warga Nahdliyin PCI NU Tunisia.
Acara ini bertujuan sebagai momentum untuk merefleksi, perjalanan Nahdlatul Ulama bagi negeri pertiwi, dan menjadi pengingat bagi para kader Nahdliyin untuk selalu mengutamakan kemaslahatan bersama dalam pengambilan keputusan. Peringatan ini dimulai sejak pukul 18.30 CET, yang dibuka dengan lantunan shalawat dari Grup Hadrah el-Khadra, kemudian dilanjutkan dengan nyanyian Mars Nu, sambutan, Istighosah Kubro, Kajian Kitab Qonun Asasi, launching Jurnal Khittah Volume ke-3, Peresmian Komunitas Baca Nu Book Tn, penampilan Syair, dan ditutup dengan doa oleh Wakil Ketua Syuriah PCI Nu Tunisia (Muhammad Amin Khafidin Busro, Lc.)
Baca Juga:
“Semoga dengan adanya peringatan Harlah ini, bisa menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk organisasi dan diri kita kedepannya, agar selalu mengutamakan kepentingan Nahdlatul Ulama ketika hendak membuat keputusan.” Ujar H. Ardi Pramana, Lc., MA. (Selaku Majelis Mustasyar, ketika menjadi pemateri di Acara ini)
Ungkapan yang hampir serupa juga disampaikan oleh Ketua PCI NU Tunisia, yang menghimbau para kader Nahdliyin untuk selalu menjaga kerukunan, dan persaudaraan, terutama ketika berkhidmat kepada Nu dan negara.
“Jangan sampai fenomena dan konflik yang terjadi di petinggi Nahdlatul Ulama saat ini menjadikan kita ikut terseret dalam konflik tersebut, yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara kita untuk bisa mengambil peran dalam berkhidmat”. Ungkap Muhammad Yusril Muna, Ma. (Selaku Ketua PCI NU Tunisia saat ini)
Sementara itu Idris Ahmad Rifai MA, menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama bisa sampai sekarang ini, tiada lain ialah karena keberkahan dari para pendirinya. Ia juga menekankan kepada Kader Nahdliyin untuk selalu mengilhami keberkahan yang selalu ditanamkan oleh para pendiri NU dahulu kala.
“Rahasia Nahdlatul Ulama bisa besar hingga saat ini, ialah terletak dari keberkahan pendirinya, maka jaga terus dan ingat selalu keberkahan yang sudah dari dulu ditanamkan oleh para pendiri Nu”. Pesan Idris Ahmad Rifai MA. (Selaku Ketua Syuriah PCI Nu Tunisia).
Ketua Panitia Acara Harlah NU ke-100 Tahun Masehi di Tunisia (Muhammad David,) juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para panitia dan hadirin yang turut mensukseskan acara ini sampai akhir. Ia berharap semoga NU tetap bisa berjaya, dan terus menjadi Organisasi Islam yang senantiasa memberikan kebermanfaatan untuk umat Islam di seluruh dunia.
Para hadirin yang hadir berbahagia dan senang bisa ikut merayakan Acara Puncak Harlah Nu ke-100 Tahun Masehi ini, semua mendoakan agar apa yang terjadi kepada NU akhir-akhir ini bisa menjadi pembelajaran kedepannya.
Penulis : Muttaqin Hidayahtullah (Mahasiswa S1 Universite De Tunis El Manar)





