Bincang Artikel PCI NU : Menyelami Sosok Sayyidah Fatimah Az-Zahra antara Sejarah dan Imajinasi

PCINU Tunisia – Salah satu dari program dari Pengurus LTN telah sukses menyelenggarakan kegiatan Bincang Artikel yang mengangkat tema “Sayyidah Fatimah Az-Zahra: dari Realitas Sejarah menuju Konstruksi Imajinatif” pada Sabtu (11/04/2026).
Acara ini berlangsung di Sekretariat PCINU Tunisia dan dihadiri oleh mahasiswa serta Indonesia di Tunisia yang antusias mendalami sosok Sayyidah Fatimah. Kegiatan ini menghadirkan Hasna May Ziadah sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Yusfina Zahru Sanya. Diskusi berfokus pada pembacaan kritis terhadap sosok Sayyidah Fatimah Az-Zahra dengan merujuk pada karya pemikiran Basam al-Jamal.
Mengurai Sejarah dan Narasi
Dalam pemaparannya, Hasna May Ziadah menjelaskan bahwa sosok Sayyidah Fatimah Az-Zahra tidak hanya dipahami sebagai figur historis, tetapi juga telah mengalami berbagai konstruksi makna dalam tradisi keilmuan Islam.
Ia menyoroti bahwa banyak narasi tentang Fatimah Az-Zahra berkembang melalui periwayatan yang tidak selalu seragam, sehingga membuka ruang bagi interpretasi yang beragam. Dalam konteks ini, penting bagi pembaca modern untuk membedakan antara fakta sejarah dan narasi simbolik yang terbentuk oleh kepentingan teologis, politis, maupun budaya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, diskusi mengangkat konsep “konstruksi imajinatif” yang diperkenalkan oleh Bassam al-Jamal. Dalam perspektif ini, sosok Fatimah tidak hanya dilihat sebagai individu historis, tetapi juga sebagai simbol yang dibentuk oleh berbagai kelompok untuk merepresentasikan nilai-nilai tertentu.
Pemateri mencontohkan bagaimana dalam beberapa tradisi, Fatimah digambarkan sebagai simbol kesucian absolut, sementara dalam konteks lain ia menjadi representasi perjuangan dan keteguhan perempuan dalam menghadapi ketidakadilan.
Pentingnya Sikap Kritis dalam Membaca Sejarah
Salah satu poin utama yang ditekankan dalam diskusi adalah pentingnya sikap kritis dalam membaca literatur keislaman. Hasna mengajak peserta untuk tidak menerima seluruh narasi secara literal, tetapi melakukan kajian yang mempertimbangkan sumber, konteks, serta latar belakang penulis.
Menurutnya, pendekatan ini tidak bertujuan untuk mereduksi kemuliaan tokoh, melainkan untuk memahami secara lebih utuh dan proporsional.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta
Acara berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari keabsahan sumber sejarah hingga relevansi sosok Fatimah Az-Zahra dalam kehidupan perempuan Muslim masa kini.
Sebagai Moderator, Yusfina Zahru Sanya berhasil memandu jalannya diskusi sehingga tetap kondusif dan mendalam. Suasana diskusi yang hangat mencerminkan tingginya minat peserta terhadap kajian keislaman yang bersifat kritis dan reflektif.
Komitmen Membangun Tradisi Intelektual
Melalui kegiatan ini, PCINU Tunisia menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi intelektual di kalangan mahasiswa Indonesia di Tunisia. Diskusi semacam ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan cara berpikir yang analitis sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Acara ditutup dengan harapan agar kajian-kajian serupa terus dilaksanakan, sehingga mampu memperkaya wawasan serta memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual.
Penulis : Muttaqin Hidayahtullah, Mahasiswa S1 Universite De Tunis El Manar.



